Kepergiannya secara tiba-tiba September 2007 mengejutkan dunia sepakbola. Keputusan tidak populis tersebut memunculkan tanda tanya, alasan perbedaan pendapat dan campur tangan owner jelas tidak logis jika menilik dengan apa yang telah ia berikan. Musim demi musim pun berlalu, klub mengalami periode turun naik yang berimbas pada pergantian manajer / staff. Sejarah trofi Eropa yang diciptakan, sisi finansial klub yang mengalami perbaikan tetap menggoyahkan manajemen mencari sosok sempurna.
Tak ada nama lain selain Jose Mourinho, bukan kejutan lagi jika namanya dikaitkan kembali menangani klub ini, satu persatu kandidat rontok dengan nama besarnya. Detik berlalu menit berganti, fans dari penjuru dunia menanti kembalinya sang spesial, tak terkecuali di media sosial. Di Twitter misalnya fans rela menyisihkan waktunya me-refresh timeline, mereka seolah tak ingin ketinggalan dan ingin menjadi orang pertama yang mengetahui konfirmasi resmi klub.
“I believe it’s a never ending love story” Dan memang benar 3 Juni lalu klub secara resmi mengumumkan kedatangannya, fans dari berbagai belahan dunia pun bersuka cita. Asa optimisme terajut, hampir tak ada komentar negatif dan perang opini dengan kedatangannya. Para pemain dan legenda klub pun mengusung optimisme yang sama. Hazard, Ba, Mata bahkan youngster Lucas Piazon yang sama sekali belum pernah tersentuh karir manajerial Jose ikut menyambut positif.
“I think 95 percent of the Chelsea supporters are pleased that Jose’s come back,” (Ron Harris, Chelsea legend)
Memori 2004-2007 tentu menjadi alasan utama optimisme tersebut. Ya.., itulah masa di mana ia sukses meneruskan pondasi pendahulunya dengan menelurkan prestasi. Klub yang seret prestasi sejak milenium baru dibayarnya dengan 6 trofi dan berbagai torehan rekor domestik, beberapa diantara rekor tersebut sampai kini belum berhasil disamai bahkan dipecahkan oleh manajer dari klub manapun.
Di luar alasan di atas sebenarnya ada hal kecil nan dahsyat yang jarang dikonsumsi publik. Jose telah menjadi figur ‘ayah’ bagi beberapa pemain yang ia tinggalkan sebelumnya, Tanyakan pada Drogba, Terry, Essien yang sukses membentuk karakternya di dalam lapangan berkat campur tangan Jose. Bukan tidak mungkin wajah-wajah baru yang akan segera ia latih diperlakukan sama.
“Congratulations to ‘daddy’ Jose for securing your new job Chelsea FC.See you soon…!!!” (Michaek Essien, Chelsea Player)
Pendekatan persuasif, sukses memenej ruang ganti, merotasi pemain tanpa menimbulkan konflik adalah ciri khas Jose di jilid pertama. Tipe konfrontatif dan kontroversi yang melekat padanya tidak sampai menggangu keharmonisan skuad. Musim baru dan tantangan baru segera tiba harapan besar berada di pundak Jose jilid dua. Dengan skuad yang ada sekarang, hanya butuh perubahan minimal guna mengkonversi mereka jadi berprestasi lebih, dan Jose adalah orang yang tepat untuk melakukan itu…
Mereka mengatakan ia tidak akan pernah kembali lagi, namun dalam darah Jose masih ada urusan dengan Chelsea yang belum diselesaikan….
Welcome Back Special One “We are ready to marry again”!
No comments:
Post a Comment